Sekarang sudah memasuki bulan kedua setelah saya wisuda 20 November 2012 yang lalu. Saya sangat berharap sekali kalau di bulan Januari sudah bisa bekerja layaknya para orang-orang kantoran yang tiap hari berangkat pagi pulang malam dan akhir bulan nunggu transferan gaji. Entah itu bisa disebut surga atau engga, sepengetahuan saya sih semua orang kantoran pasti mengeluh berhari-hari karena masalah pekerjaannya ataupun masalah kemacetan saat berangkat atau pulang kantor.
Itu semua masalah adaptasi, sebagai warga Jakarta sudah seharusnya siap dalam menghadapi maslah itu. Saya sangat menginginkan ituuuuuuuu!!!!!!
Saya sekarang setiap hari mantengin leptopppp terus, browsing sana sini, cek email masuk, semua itu demi pekerjaan. Saya sangat kecewa sekali dengan kampus yang dulunya saya idam-idamkan. Kampus itu mendorong mahasiswanya untuk cepat lulus, tetapi kampus itu tidak dapat memberikan milis pekerjaan bagi lulusan-lulusan barunya. Setelah mengingat itu semua saya menjadi tidak bangga terhadap kampus sendiri.
Setiap hari saya hanya bangun tidur, makan, berdoa, solat malam, browsing internet, mandi. Sungguh sangat malasnya saya!!!!! Saya selalu marah dan sakit hati jika ada yang bertanya kenapa sampai saat ini belum kerja? itu adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dihadapi. Bapak saya selalu bertanya bagaimana sudah ada panggilan tidak? Ya Rabb apa yang harus saya lakukan untuk menerima semua ini, sabar pun tidak cukup untuk menahan emosi ini. Setiap kali dirumah itu lama-lama ingin meledak emosi ini. Bosannnnn,,,uangpun saya masih harus meminta, setiap kali saya buka media sosial dan melihat teman-teman sudah ada yang kerja rasanya semakin ingin meledak saja kepala saya
Untung saja saya masih punya hati kecil yang selalu memiliki kekuatan sabar terbesar, alhamdulilah saya masih bisa menyeimbangkan kesabaran ini atas semua masalah. Saya masih percaya dengan Allah SWT, Beliau lah sang pencerah. Setiap masalah apapun saya akan selalu mengadu kepadaNya. Dan alhamdulilah saya juga masih dibimbing oleh orangtua, dan keluarga. Walaupun saya telah mengecewakan mereka karena belum bisa memberikan penghasilan sebagai balas budi seorang anak, belum bisa membanggakan kepada saudara dan tetangga. Tapi saya akan berusaha dan terus berdoa untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus, dekat rumah, sesuai dengan bidang saya, dan perusahaan besar. Aminnnn
Saya selalu berdoa untuk diberi kemudahan dan kelancaran dalam memperoleh pekerjaan. Aminnn
Saya hanya bisa yakin dan bersabar bahwa suatu saat akan tiba, dan lebih indah dari lainnya. Aminnn
Semoga semua doa dan usaha yang telah dilakukan akan segera di Ijabah olehNya. Amin Ya Robbal Alaminnnn